ILMU MEMBAWA PADA PERCAYA

Ada orang yang merasa cukup hanya menyebut Allah dengan mulutnya, sedangkan akalnya tidak menggerak dan hatinya kosong dari rasa, seingga tidak ada kontak antara kepala dan dada. Mereka laksana orang yang sakit meminta resep ke dokter lalu diberi resep tetapi tidak ditukarkan dengan obat, melainkan dibawanya pulang ke rumah dan direndamnya resep itu! Mana mungkin akan sembuh!

            Telah dipisahkan orang di antara negara dengan agama, lalu dipisahkannya benda dengan tenaga, lalu dipisahkan antara ilmu dengan iman. Lalu diceraikan antara kepala dengan badannya. Dan dia terbang ke angkasa, laksana kapal terbang yang kehilangan kemudi.

Ya begitu dunia saat ini sobat.

            Dapatlah ilmu, tetapi mereka tidak meneruskan perjalanan ilmunya ke dalam lubuk sumber ilmu. Terkatung katung tidak jelas. Timbullah kebencian, karena terjauh dari sumber cinta.

Pertama kali ditemukannya atom adalah untuk kebaikan bisa untuk sumber daya listrik, tetapi kenapa sekarang malah jadi Bom nuklir yang menyebabkan peperangan. Ilmu pengetahuan yang jauh dengan iman menyebabkan dunia ini terasa sepi.

Sekarang tanyailah diri anda sendiri. Hendak ke mana anda dengan ilmu? Akan kembali surutkah di tengah tengah jalan, pulang ke dalam kekosongan atau berpusing pusing tak tentu arah. Atau merasa kekayaan jiwa dan kebahagian batin, karena perjalanan memudiki ilmu disampaikan ke dalam sumbernya, yaitu kepada Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana. Yang dari sana kita datang dan kepada-Nya kita akan kembali

Terserah anda

Iklan

BERAPA LAMA KITA HIDUP DI DUNIA

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun. (Q.S Al-Ma’rij:4)

Dalam ayat di atas, diterangkan bahwa pada yaumil mahsyar, 1 hari di sana akan terasa laksana 50.000 tahun. Apabila kita hitung berdasarkan persamaan matematis maka kita bisa mengira-ngira sebenarnya berapa lama kita di dunia bila kita asumsikan kita meninggal pada usia 70 tahun, akan teraa berapa lama di sana?

Bila, 50.000 tahun = 1 hari

Maka, 70 tahun      = x hari

Maka x (hari)         = (70 tahun / 50.000 tahun) x 1 hari

X                            = 0,0014 hari

X                            = 2 menit 1 detik

            Dengan demikian, melalui perhitungan sederhana ini maka perantauan kita semua di atas muka bumi ini dibandingkan relativitas waktu di padang mahsyar, hanyalah terasa selama 2 menit 1 detik. Tapi perhitungan ini memang tidak layak terlalu diperhatikan, namun yang penting adalah bahwa perhitungan sederhana ini dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa hidup kita bener-bener singkat. Perantauan kita memang benar-benar terbatas.

            Tapi bodohnya manusia mereka selalu memandang ukuran kematian itu dengan umur, dengan sakit. Padahal kematian tidak memandang itu, waktu 2 menit 1 detik itu hanya yang umur 70 tahun di dunia, tapi banyak yang meninggal pada usia muda. Mungkin faktor berfikir di atas itulah yang menyebabkan kita selalu menunda nunda sholat, menunda nunda kebaikan, menunda nunda untuk berubah. Baiklah sekarang kita coba rubah cara berfikir kita, sekarang lihat gambar ini

Capture

Ini adalah gambar pasukan Muhammad Al fatih, mereka melakukan sholat sebelum perang menaklukan konstatinpel. Seandainya kita berada di tengah tengah pasukan itu yang akan menghadapi pasukan konstatinopel yang pertahanannya sangat kuat, khusuk-kah sholat kita? Kira-kira apa yang akan kita perbuat setelah sholat wajib? Akankah kita melanjutkan dengan dzikrullah? Apabila ada saudara kita yang berbuat salah ataupun kita yang berbuat salah, akankah kita memaafkan dan meminta maaf? Apabila mempunyai orang tua yang kita tinggal untuk berjihad akan kita cium mereka? Apabila kita mempunyai anak akankah kita berpesan apa kepada mereka?. Kondisi kita sekarang di tengah tengah perang, yang otomatis kita siap mati setelah bahkan bisa jadi itu sholat terakhir kita. Mungkin bila manusia semuanya berfikir seperti itu saya yakin tidak akan mereka menyia-nyiakan umur mereka.

HIDUP ADALAH PILIHAN

Hidup ini adalah pilihan maka segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi adalah hasil dari pada pilihan kita.

Setiap manusia akan di paksa untuk memilih dan pilihan itu hanya ada dua gak bisa lebih. (Lihat Q.S Al-Balad ayat 10)

Kebanyakan pemuda saat ini di masa muda foya foya-tua kaya-mati masuk surga. Dan keinginan itu sangat mustahil. Masa depan kita bisa diprekdisikan dengan 3 rumus, yaitu masa depan = resiko. Dan cara untuk mencapai resiko adalah harus memiliki investasi dan konsekuensi.

images   2016-11-21-06-07-19-membantuanakbelajar03

Lihat perbandingan di atas pasti kita sudah bisa melihat mana yang kelak akan berguna untuk masyarakat. Kita selalu ingin hidup mewah kita selalu ingin hidup berkecukupan kita ingin nilai kita selalu bagus, tapi jarang sekali dari kita melakukan usaha sebab-akibat. Ingin hidup berkecukupan males kerja, ingin nilai bagus males belajar ya mending gugurin saja harapan itu.

Memang pilihan yang salah masih dirubah tapi itu 2 kali lebih sulit, maka dari itu cepat tentukan sendiri pilian mu. Dan ingat setiap pilihanmu memerlukan investasi dan konsekuensi. Baik aku beri satu contoh. “aku ingin masuk surga” , masuk surga perlu investasi amal dan amal perlu konsekuensi yaitu aku harus mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangannya dengan cara yang di ajarkan Rosullulah, akhirnya aku mendapatkan resiko masuk surga.

Ingat masuk surga dan neraka itu pilihan!

Allah tidak pernah menuliskan daftar yang masuk neraka dan surga ketika keduanya diciptakan berarti itu adalah pilihan bukan takdir. Masyarakat banyak sekali menyalah artikan antara hidayah dan taufiq.

Mungkin alangkah baiknya kita mengetahui definisi hidyah. Hidayah berasal dari kata Hada-Yahdii-Hidayatan yang berarti menunjuki, hidayah sendiri berarti petunjuk. Petunjuk untuk masuk surga udah di turunkan di tengah masyarkat yaitu Al qur’an dan Al hadist. (lihat Q.S An-Nahl ayat 89).

Memang sih al qur’an sudah di yakini kebenarannya oleh orang muslim, tapi masih banyak keraguan di dalam hati mereka. Sehingga banyak dari sebagian mereka yang menjadikan al qur’an sebagai tujuan bukan petunjuk. Mereka berlomba lomba menghafalkan dengan suara yang indah, memang sih tidak salah tapi bukan difokuskan disitu. Al qur’an itu pentunjuk membacanya adalah sunnah mengamalkannya adalah kewajiban.

Jadi atas dasar inilah kita bisa simpulkan bahwa hidayah sudah turun di tengah tengah manusia. Jadi jangan katakan ‘’saya belum dapat hidayah’’!. Mungkin lebih tepatnya “ saya belum mau meraih hidayah”!.

Lebih parahnya lagi masyrakat mengarti taufiq itu hidayah. Pada saat kita sholat membaca “Ihdinaa Shiraath Mustaqiima”, lafadz Ihdinaa itulah yang berarti tunjukkan (hantarkan) Kami, atau ‘berilah kami taufiq (kemudahan).

Jadi sudah jelas ya semuanya kaya, miskin, pintar, bodoh, surga, neraka adalah pilihan bukan Takdir maka tentukan pilihan mu.

LIFE IS CHOICE

MASA DEPAN MILIK ISLAM

Janga merasa aneh ya dengan kedua bendera itu,yang warna putih itu bendera negara dan yang warna hitam itu bendera perang. Keduanya adalah panji – panji Rosolullah.

Manusia pada zaman kuno mereka mencari kebenaran melalui yang bisa di terima akal, hati, dan jiwa. Semakin berjalannya zaman, manusia modern mulai tertarik mencari kebenaran kebenaran melalui bukti bukti. Dan justru itu adalah salah satu dari pusat kemenangan islam. Kenapa demikian? Karena di masa ketika akal budi, sains dan teknologi menjadi penentu kebenaran, pada saat itulah Al-qur’an akan mendominasi. Ia bersandar pada bukti – bukti rasional membuat akal budi mengukuhkan keunggulannya.

Manusia akan mulai belajar tentang sejarah islam, mereka akan mulai belajar dari mukjizat – mukjizat nabi terdahulu, seperti bagaimana nabi sulaiman terbang, bagaimana nabi isa menyembuhkan orang yang sakit parah. Dan masih banyak bukti bukti rasional tentang kebenaran al qur’an yang banyak di teliti dan tidak terbantahkan.

Terlebih lagi tentang kepemimpinan islam, yang sempat berjaya 13 abad lamanya. Dan negara yang di kuasai oleh islam dalam sejarah semuanya hidup makmur dan rukun walau banyak yang non muslim. Tidak ada orang islam yang berpindah agama karena kemuliaan akal budi agama lain. Islam berjaya 13 abad itu karena mundukung kebebasan bermusyawarah seperti yang terdapat pada al – qur’an “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu” (QS. Ali-imbran 3:159) dan “yang urusannya diputuskan dengan bermusyawarah antara mereka” (QS.asy-syuura 42:38). Tapi kebebasan musyawarah ini yang sesuai syariat, bukan karena banyaknya suara manusia. Nyawa dari badan yang mulia ini adalah kebenaran, bukan kekuatan. Jantungnya adalah pengetahuan, lidahnya adalah cinta kasih. Pikirannya adalah hukum bukan individu. Dan ada untuk dunia bukan untuk kepentingan individu.

Dan era sekarang ini adalah era modern bukan, yang dimana pesawat di temukan juga dari ayat al qur’an, tulang ekor manusia yang tidak hancu, dan masih banyak lagi. Ketika akal budi, sains dan teknologi mencapai puncaknya, lihatlah itu semua adalah milik islam dan al qur’an akan mendominasi dan kejayaan Islam akan bangkit. Dan menuju negeri terakhir yang di janjikan yaitu ROMA.

hqdefault

 

NERAKA ADALAH BENTUK CINTA ALLAH

Neraka!!! Siapa yang tidak mengenal tempat ini yang di jaga oleh malaikat malik. Tempat yang dimana bahan bakarnya adalah manusia. Merinding mendengarnya. Eettss tapi jangan salah, tempat yang mengerikan itu yang penyiksaannya tak ada akhir itu sebenarnya adalah rahmat dari Allah. Ketahuilah neraka di ciptakan dengan Rahmat Allah, agar hamba-Nya tidak jatuh ke dalamnya (neraka). Supaya hamba-Nya takut dan tidak melanggar hal-hal yang di larangnya. Kenapa demikian? Ya karena sesuatu yang di larang Allah sudah pasti banyak mudorotnya. Contoh kecilnya jangan minum khomer itu haram. Bila di minum memabukkan merugikan badan bahkan hilang akal bisa saling membunuh. Jadi sudah jelas Allah itu baik banget menciptakan neraka agar kita takut dan taat kepada-Nya, karena dia tak ingin manusia hancur bila melanggar apa yang di larang-Nya.

FABIAYYI ALA IROBBIKUMA TUKADZIBAN

BERJUANG

Berjuang berjuang berjuang. Ya kata ini yang sering kita lupakan. Kita lebih sering mengatakan ‘’kamu harus sukses’’ tanpa kita sadari perkataan itulah yang sering membuat kita jatuh. Sukses adalah ketentuan Allah kita bukan peramal kita hanya seorang pejuang. Pejuang ilmu, pejuang karir, pejuangin dia…..hahaha

Marilah coba sekarang kita ubah nasehat diri kita bukan kita harus sukses tapi kita harus berjuang. Terlebih lagi untuk seorang ayah berhenti menyudutkan anaknya untuk harus sukses tapi ubahlah kata itu, ‘’nak pergilah sekolah berjuanglah semampu ayah juga akan berjuang di sana untuk menafkaimu dan ibumu, kita sama sama berjuang nak. Selebihny biar Allah yang mengatur’’. Itu baru kata kata motivasi yang mantep. yuk jangan jatuhkan mental kita dengan kata harus sukses, kita juga perlu tau perjuangan seseorang. Teriakkan dengan lantang ‘’SAYA AKAN BERJUANG!!’’

PEMUDA ISLAM “KEGUNDAHAMU MENENTUKAN POSISIMU”

Ada Syair yang sangat indah tentang Pemuda Islam dari Hasyim Ar Rifa’I beliau adalah Ulama’ dari Kuwait. Begini syairnya :

Akankah masa lalu yang gemilang itu kembali Sungguh, saya larut kepada masa lalu kebesaran islam itu Karena kami pernah membangun sekian masa lamanya kebesaran dimuka bumi ini Yang ditopang oleh anak muda yang memiliki cita-cita yang tinggi

Anak anak muda yang melalui jalur-jalur sulit, tapi mereka berhasil menakhlukkannya Dan mereka tidak kenal kecuali hanya islam ini agama Kalau disiang hari kalian saksian mereka ini adalah para kesatria menggedor benteng-benteng kekafiran dan kemunafikan
Tapi kalau dimalam hari kalian tidak akan jumpai kecuali mereka sujud kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Renungkahla para pemuda islam tengtang makna syair di atas. Dahulu pemuda pemuda islam selalu menggundahkan sesuatu – sesuatu yang besar. As salahudin menggundahkan Palestina, Muhammad al fatih menggundahkan konstatiniah ( konstatinopel ). Mereka berdua adalah salah satu bukti pemuda islam yang besar karena menggundahkan sesuat yang besar. Tanyakan pada diri kita sekarang masing – masing, apa yang kita gundahkan? Masalah jambu muda kah, masalah ngegosipin orangkah?

Seharusnya kita sadar kegundahan yang kecil tidak akan menjadikan kita seorang yang besar bahkan ulama ahli tafsir mengatakan orang yang mati karena memikirkan diri sendiri berarti matinya dalam keadaan kerdil. Maka mulai sekarang gundakanlah sesuatu yang besar, berfikirlah bagaimana umat ini ke depan. KEGUNDAHAMU MENENTUKAN POSISIMU